Teori Produksi Jangka Pendek
Tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi
DOSEN:
Dr. SITI NURJANAH, S.E., M.Si.
Disusun Oleh:
KELOMPOK 6
Program Pendidikan Ekonomi
Jurusan Ekonomi dan Administrasi
Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Jakarta
2014
A. Teori Produksi
Produksi berkaitan dengan cara
bagaimana sumberdaya (masukan) dipergunakan untuk menghasilkan produk-produk
perusahaan (keluaran), namun konsep produksi dalam industri yang modern,
kegiatan produksi lebih ditekankan kepada menciptakan nilai tambah terhadap
suatu barang atau jasa J.
Sudarsono (1992:9).
Begitu pula
menurut James L. Pappas (1995 : 304) bahwa istilah
produksi merujuk kepada lebih sekedar transformasi fisik dari sumber daya
tetapi lebih melibatkan semua kegiatan yang berkaitang dengan
penyediaan barang dan jasa. Termasuk struktur organisasi yang dipergunakan
untuk memaksimumkan produktivitas, serta perolehan sumberdaya modal dan
penggunaan sumber daya yang efisien.
B. Definisi Produksi
Dengan demikian,
secara sempit produksi dapat diartikan sebagai kegiatan
mengubah input menjadi output.
Sementara secara luas, produksi diartikan
sebagai kegiatan dalam penciptaan nilai tambah dari input atau masukan
untuk menghasilkan output berupa barang dan jasa, dengan sasaran menetapkan
cara yang optimal dalam menggabungkan masukan untuk meminimumkan biaya,
sehingga perusahaan tersebut mampu menciptakan kualitas produk yang lebih baik
dan efisien yang lebih tinggi dalam proses produksinya. Secara
skematis kegiatan produksi dapat disajikan pada gambar berikut ini :
C. Tahapan Produksi
- Sektor produksi primer
Sektor ini meliputi bidang ekstraktif dan bidang agraris.
Bidang ekstrakstif yaitu produksi yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam, seperti: tambang, pengelolaan hasil hutan dan pengelolaan hasil laut.
Bidang ekstrakstif yaitu produksi yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam, seperti: tambang, pengelolaan hasil hutan dan pengelolaan hasil laut.
Bidang agraris yaitu produksi yang berhubungan dengan pengolahan lahan seperti pertanian, perkebunan dan perusahaan tambak.
- Sektor produksi sekunder
Sektor ini meliputi bidang industri dan bidang perdagangan.
Bidang industri yaitu berhubungan dengan pengolahan barang mentah menjadi bahan baku dan dari barang barku menjadi barang jadi.
Bidang perdagangan yaitu berhubungan dengan pemindahan pemilikan barang, dari produsen kepada konsumen atau dari penjual kepada pembeli.
- Sektor produksi tersier
Sektor ini meliputi bidang jasa atau pelayanan.
Bidang jasa yaitu berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat.
D. Faktor Produksi
- Faktor produksi asli
Faktor tersebut meliputi
alam dan tenaga kerja
- Faktor produksi turunan
Faktor tersebut meliputi
modal dan penguasaan
E. Rumus Fungsi Produksi
fungsi produksi
dapat dirumuskan :
Q = F (C,L,R,T)
Q:
Quantity (Jumlah barang yang dihasilkan)
f : Fungsi (fungsi persamaan fungsional)
C : Capital (modal atau sarana yang digunakan)
L : Labour
(tenaga kerja)
R :
Resources (sumber daya alam)
T :
Technology (teknologi dan kewirausahaan)
CONTOH SOAL:
Pada tahun 2013 luas tanah yang digunakan untuk bertani padi seluas
25.767.153 Ha dan jumlah petani padi seluruh Indonesia 31.700.000 orang.
Hitunglah produktivitas yang dihasilkan jika diketahui fungsi produksinya
789C+251L !
PENYELESAIAN SOAL
Diketahui : luas tanah pertanian
25.767.153 Ha
Petani
padi 31.743.231 orang
Fungsi
= 789C + 251L
Ditanya : Total
produktivitas?
Penyelesaian : 789C + 251L
=789
(25.767.153) + 251 (31.743.231)
=
20.330.283.717 + 7.967.550.981
=
28.297.834.698 ton
F. Dimensi Produksi Jangka Pendek
- Periode Jangka Pendek
Periode produksi dimana perusahaan tidak mampu dengan segera melakukan
penyesuaian jumlah penggunaan salah satu atau beberapa faktor produksi.
(perusahaan barang modal 5 tahun periodenya, perusahaan olahan <5 tahun)
- Faktor Produksi Tetap
Faktor produksi yang jumlah penggunaannya tidak tergantung pada jumlah
produksi, ada atau tidak adanya kegiatan produksi faktor produksi itu harus
ada. (contoh : mesin; dikarenakan mesin dalam jangka pendek susah untuk
ditambah atau dikurangi)
Pengertian produksi
dengan satu faktor produksi variabel adalah pengertian analisis jangka pendek,
dimana ada faktor produksi yang tidak dapat diubah.
Secara umum, hubungan matematis penggunaan faktor produksi yang menghasilkan output maksimum disebut faktor produksi, seperti dibawah ini :
Pada bulan September 2014 jumlah tenaga kerja perusahaan motor di Indonesia sejumlah 178.865 dan outputnya sebesar 85681478. Sedangkan jumlah tenaga kerja bulan Agustus 2014 sebesar 179.995 serta outputnya 86.605.054. Hitunglah produk marjinal pada bulan Agustus 2014 !
PENYELESAIAN SOAL
Secara umum, hubungan matematis penggunaan faktor produksi yang menghasilkan output maksimum disebut faktor produksi, seperti dibawah ini :
Q = f(K, L)
di mana : Q =
tingkat output
K = barang modal
L = tenaga kerja/buruh
K = barang modal
L = tenaga kerja/buruh
H. Produksi Total
Produksi total
(total product) adalah banyaknya produksi yang dihasilkan dari penggunaan total
faktor produksi.
TP= Produksi total
K = Barang modal
(yang dianggap modal)
L = Tenaga kerja
(buruh)
CONTOH SOAL
Pada bulan September 2014 jumlah output seluruh perusahaan motor di
Indonesia ditunjukkan oleh persamaan Q = 479L + 5143 . Jika L adalah input variabel dan K sebagai input
tetap. Berdasarkan informasi tersebut, tentukan jumlah output (Q) Jika jumlah buruh 178.865.
PENYELESAIAN SOAL
Diketahui : persamaan Q = 479L + 5143
tenaga kerja =178.865
Ditanya : jumlah output bulan September ?
Penyelesaian : Q = 479L + 5143
= 479 (178.865) + 5143
= 85.681.478 unit
I. Produksi Marjinal
Produksi marjinal
(marjinal product) adalah tambahan produksi karena penambahan penggunaan satu
unit produksi
ฮ TP = Selisih total produksi
ฮ X = Selisih besarnya input
CONTOH SOAL
Pada bulan September 2014 jumlah tenaga kerja perusahaan motor di Indonesia sejumlah 178.865 dan outputnya sebesar 85681478. Sedangkan jumlah tenaga kerja bulan Agustus 2014 sebesar 179.995 serta outputnya 86.605.054. Hitunglah produk marjinal pada bulan Agustus 2014 !
PENYELESAIAN SOAL
Diketahui :
September 2014 = tenaga kerja
178.865 orang, total
produksi 85.681.478 unit
Agustus
2014 = tenaga kerja 179.955 orang, total
produksi 86.605.054
unit
Ditanya :
Produksi marjinal Agustus ?
Penyelesaian : MPL
= ∆Q / ∆L
= Q2 –
Q1 / L2
– L1
= 86.605.054 - 85.681.478 / 179.995 - 178.865
= 923576 / 1130
= 817 unit
J. Produksi Rata-Rata
Produksi rata-rata
(average product) adalah rata-rata output yang dihasilkan per unit faktor
produksi.
TP= Produksi total
L = Tenaga kerja
(buruh)
CONTOH SOAL
Pada bulan Agustus 2014 total produksi
yang dihasilkan perusahaan motor di Indonesia sebesar 86.605.054 unit dan
tenaga kerjanya sejumlah 179.995. Hitunglah produk rata rata yang dihasilkan
pada bulan Agustus 2014 !
PENYELESAIAN SOAL
Diketahui : Agustus 2014 = tenaga kerja
179.955 orang
total
produksi 86.605.054 unit
Ditanya : Produksi rata-rata bulan Agustus ?
Penyelesaian : APL = TP / L
=
86.605.054 / 179.995
= 481 unit
Yang dapat disimpulkan :
1. Tahap I menunjukkan
tenaga kerja yang masih sedikit, apabila ditambah akan meningkatkan total
produksi, produksi rata-rata dan produksi marginal.
2. Tahap II Produksi total
terus meningkat sampai produksi optimum sedang produksi rata-rata
menurun dan produksi marginal menurun sampai titik nol.
3. Tahap
III Penambahan tenaga kerja menurunkan total produksi, dan produksi
rata-rata, sedangkan produksi marginal negatif.
K. Hubungan Antara Kurva MP dan AP
MP adalah kemiringan dari kurva TP. Sehingga dapat dirumuskan :
1. Jika MP > 0, TP akan meningkat
seiring bertambahnya jumlah L
2. Jika MP = 0, TP menunjukkan tingkat
produksi maksimum/ titik puncak
3. Jika MP < 0, TP akan menurun
seiring bertambahnya jumlah L
L. Elastisitas Produksi
Elastisitas produksi (ษณ) menunjukkan rasio perubahan
output yang dihasilkan terhadap perubahan relatif jumlah input yang
digunakan.
RUMUS ELASTISITAS PRODUKSI
CONTOH SOAL
Pada bulan September total
produksi sepeda motor sebesar 85.681.478 unit, sementara bulan Agustus sebanyak
86.605.054 unit. Jika Tenaga kerja bulan September dan Agustus adalah 178.865
serta 179.995. Berapa Elastisitasnya ?
PENYELESAIAN SOAL
Diketahui : TP September 85.681.478 unit
TP
86.605.054 unit.
Tenaga kerja September 178.865
Tenaga kerja Agustus 179.995
Ditanya : Berapa Elastisitasnya ?
Jawab :
=
923.576 / 1090 x 178.865 / 85.681.478
= 1190166212240 / 93392811020
=1,27
Produksi Total, Produksi marjinal, Produksi Rata-Rata dan Elastisitas Produksi Perusahaan Motor di Indonesia Tahun 2014
(Januari-September)
Atas dasar formula tersebut diketahui bahwa :
· Pada saat MP
> AP diperoleh Elastisitas Produksi > 1
· Pada saat MP = AP
diperoleh elastisitas produksi = 1
· Pada saat MP = 0
diperoleh Elastisitas Produksi = 0
· Pada saat MP
negatif diperoleh Elastisitas Produksi
negatif
Kaitan antara rasionalitas daerah produksi dengan elastisitas produksi
adalah sebagai berikut :
a. Daerah dengan Elastisitas Produksi > 1 sampai Elastisitas Produksi
= 1 adalah irrational region
b. Daerah dengan Elastisitas Produksi = 1 sampai Elatisitas Produksi = 1
adalah daerah rational region
c. Daerah
dengan Elastitas Produksi = 0 sampai Elastisitas Produksi < 0 adalah
daerah irrational region
Atau dapat pula melihat presentasi powerpoint melalui:
http://www.slideshare.net/Apriliaferdiani/teori-produksi-jangka-pendek-kelompok-6-pendidikan-ekonomi-a-unj2014-42678925
Atau dapat pula melihat presentasi powerpoint melalui:
http://www.slideshare.net/Apriliaferdiani/teori-produksi-jangka-pendek-kelompok-6-pendidikan-ekonomi-a-unj2014-42678925













